Multi Lie Marketing (MLM), Anda setuju ?
Dibawah ini bukan pendapat pribadi pemilik blog, ini hanya beberapa berita yang
diambil dari Forum KasKus.
1. Sistem pembagian keuntungan yang ga masuk akal
Coba kaskuser perhatikan perbedaan 2 jalur distribusi berikut, ( misalkan aja
produknya teh hijau) :
a. Jalur perdagangan : Produsen (Dalam hal ini petani, mengambil untung sekitar
20%) –> Pengolah (teh ini difermentasikan dan dipak, dia ambil untung 20%) –>
Distributor (distributor biasanya hanya ambil untung maks 5%, dia ngejarnya
omzet) –> Pedagang besar (ambil untung 5-10%) –> Pedagang kecil (ambil untung
20%) –> Pembeli (dapet keuntungan bisa bikin teh enak dgn harga wajar)
- Disini semua yang terlibat dalam rantai distribusi ini mendapat keuntungan,
bahkan sampai ke pembelinya.
b. Sistem MLM : Produsen (Ngakunya pabriknya di China, Amerika, Kanada, ambil
untung entah berapa besarnya) –> Biang keroknya MLM (ni juga ga tau ambil untung
berapa, yang jelas besar bgt, ampe bonusnya aja kapal pesiar) –>Distributor
(sering juga disebut stokist, tiap anggota MLM itu berhak beli dgn diskon 20%.
Tapi ni bukan berarti keuntungannya 20%, dia dapat lebih dari itu, sebab ongkos
produksi produk tadi tak mungkin semahal itu) –> Downline yang bawah2 (ini sih
ga dapet untung sama sekali, mereka cuma ngejar tutup point biar keanggotanya ga
dicabut) –> Pembeli (biasanya orang yang sungkan karena sang MLM tu temen ato
sodaranya. Ato orang yang beli karena ingin bergabung. Mereka dapet produk yang
belom tentu lebih baik dengan harga berlipat)
- Liat kan, semakin bawah tu semakin diperas. Beda dengan jalur perdagangan. Di
jalur perdagangan yang bawah emang dapet untung lebih sedikit, tapi tetep
untung. Di sistem MLM, mereka yang bawah ini setor duit buat yang atas
2. Mereka mencuci otak temen2 gua
Dulu sih temen baik, tiap diajak ngomong nyambung. Tapi sekarang begitu dia ikut
MLM, omongannya tu tentang passive income, membangun jaringan, blablabla,
pokoknya promosi melulu. Kita ngomong yang laen pun dia tetep kekeh promosiin
MLM nya dia. Alhasil kita2 temen lamanya pun jadi ogah ngajak dia maen2 lagi….
3. Mereka selalu menyembunyikan maksud kedatangan mereka
Tukang nasi goreng aja teriaknya di kampung2 juga “NASI GORENG”, karena mereka
bangga akan dagangan mereka dan yakin dagangannya bisa dijual tanpa banyak
boong. Sedangkan agen2 MLM ni, ga mungkin mereka telpon minta ketemuan njelasin
kalo mereka mao nawarin MLM. Kalo agen ini udah kenal, dia bakalan ngajakln maen
ato nongkrong ke mana. Bahkan ada yang ampe bilang “Nanti aq kenalin temen2
kerjaku sekalian, Cakep2 lho”…
Kalo mereka emang mao jualan produk, kenapa harus boong duluan????
4. Melebih2kan khasiat barang dagangannya
“Ibu A sembuh dari kanker setelah makan suplemen kami. “
“Si B sakit jantungnya bcor derajat 4, dokter sudah memvonis mati, tapi sembuh
setelah minum obat kami….”
Sadar Mas, Mbak. Yang kalian tawarkan tu suplemen, alias bahan2 yang sebenarnya
ada dalam makanan kita, namun dibuat suplemen untuk jaga2 kalo makanan kita
kurang seimbang… BPOM aja udah kasih nomer registernya tu suplemen, masa kalian
ngaku itu obat dewa yang menyembuhkan berbagai penyakit..
Lagian kalo benar tu MLM udah nemuin obat kanker, jantung bocor, Diabetes
Melitus, Gagal Ginjal Kronis, lumpuh pasca stroke….. Ga usah satu obat nyembuhin
semua. Satu obat nyembuhin satu aja anda sudah dipastikan dapet NOBEL DI BIDANG
KEMANUSIAAN
Mempercayai testimoni dari mereka yang mendapat keuntungan dari testimoni
tersebut adalah hal yang sangat suangaattt konyollll…….
5. Memberikan Iming2 yang sangat menggiurkan
- Kalo udah bintang sekian anda dapet kapal pesiar, kalo udah dapet downline
sekian anda dapet sepeda motor, blablabla.
Hitungan kasarnya ya, anda mau dapet kompor gas aja anda perlu ngibulin satu RT
supaya mereka masuk tingkat paling bawah. Kalo yang dapet BMW ato Kapal pesiar
sih, itu penipu ulung yang udah nipu sekota buat join level yang atas…
6. Merendahkan profesi lain
- “SI A udah kanker stadium 4, dokternya bilang umurnya tinggal 6 bulan. Tapi
berkat produk kami, dia masih hidup sampai sekarang” (dokternya bloon, kami
lebih pintar [pintar boongin orang])
- “Di dunia ini hanya ada 2 macam pekerjaan, Yang pertama tipe ‘kaya’ mereka
berada di posisi direktur, manager, dokter, pengacara, arsitek, dan profesi2
elit lain. Mereka punya uang, tapi mereka tidak punya waktu menikmati uang
mereka. Dan tipe yang kedua adalah tipe ‘santai” mereka berada di posisi
cleaning service, tukang jaga warnet, pelayan toko, bapak becak, dll, Mereka
punya waktu untuk menikmati uang mereka, sayangnya mereka ga punya uang”
(pekerjaan kami yang terbaik,ada waktu luang dan uang)
Bah, pekerjaan tu ga cuma diliat dari gajinya Bung. Pekerjaan tu juga dinilai
dari seberapa banyaknya hal yang kita kerjakan itu membantu orang lain. Menurut
gua sih, masih mending semua kerjaan di atas daripada jadi penipu berkedok MLM.
Tora Sudiro aja bilang “Ogah, mending gua jd g***lo”
7. Passive Income
- Kedengarannya sih enak, “Anda tidak bekerja demi uang, uang yang bekerja demi
anda”. Tapi mari coba kita cermati passive income yang dimaksud si MLM ini dan
Passive Income yang sebenarnya
a. Passice income sesungguhnya : Passive income dibangun dengan membuat sistem,
bisa waralaba, maupun membuat struktur perusahaan yang rapi. Membangun asset di
sini berarti anda membangun sistem managemen yang rapi
b. Passive income versi MLM : membangung asset di sini berarti membangun
downline. See, Passive income yang didapat itu dari bawahan2 yang ga dapet
untung sama sekali.

0 komentar:
Posting Komentar